Tingkatan dalam Autisme: Memahami Level 1, 2, dan 3 untuk Mendukung Anak dengan Lebih Baik
Apa Itu Tingkatan dalam Autisme?
Banyak orang berpikir bahwa semua anak dengan autisme itu sama, yaitu sama-sama
mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial, fokus pada tugas, atau memahami dunia di
sekitar mereka. Padahal, kenyataannya setiap anak dengan autisme memiliki tingkat
kebutuhan dan tantangan yang berbeda.
Itulah mengapa dalam dunia pendidikan dan terapi dikenal adanya 3 tingkatan autisme (level
1, 2, dan 3) yang membantu kita memahami sejauh mana anak membutuhkan dukungan
dalam kehidupan sehari-harinya.
Autisme Level 1: Butuh Dukungan Ringan
Anak dengan autisme level 1 biasanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam
melakukan aktivitas sehari-hari, meskipun tetap membutuhkan pendampingan. Mereka dapat
bercakap-cakap dengan orang lain, namun mungkin kesulitan memulai percakapan,
mempertahankan topik, atau memahami ekspresi sosial orang lain.
Pada level ini, dukungan yang dibutuhkan bersifat ringan misalnya dalam bentuk bimbingan
sosial, pengarahan lembut, dan penguatan positif. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak
pada level ini dapat berkembang dengan sangat baik.
Autisme Level 2: Butuh Dukungan Sedang (Cukup Besar)
Anak dengan autisme level 2 memerlukan dukungan yang lebih besar dibanding level 1.
Mereka mungkin tampak lebih kaku dalam berinteraksi sosial dan menunjukkan pola perilaku
yang berulang-ulang seperti mengulang kata, gerakan, atau kebiasaan tertentu.
Anak pada level ini juga sering mengalami kesulitan beradaptasi dengan perubahan dan lebih
sensitif terhadap rangsangan sensorik seperti suara keras atau sentuhan tertentu.
Pendampingan yang konsisten, struktur kegiatan yang jelas, dan lingkungan yang mendukung
sangat penting bagi anak di level ini.
Autisme Level 3: Butuh Dukungan Sangat Besar
Anak dengan autisme level 3 memerlukan dukungan intensif dan berkelanjutan. Mereka
mungkin memiliki kesulitan yang signifikan dalam komunikasi verbal maupun nonverbal.
Beberapa anak mungkin belum dapat berbicara, atau hanya mampu mengucapkan kata-kata
sederhana.
Anak di level ini juga kesulitan mengekspresikan kebutuhan dan emosinya, sehingga terkadang
tampak tidak merespons saat diajak berinteraksi. Dalam menghadapi hal ini, pendekatan
dengan kesabaran, empati, dan konsistensi sangat dibutuhkan. Dukungan dari orang tua,
terapis, dan lingkungan sekitar akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.
Setelah Mengetahui Tingkatan Autisme, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Mengetahui tingkatan autisme bukan berarti memberi label atau membandingkan anak,
melainkan membantu kita memahami kebutuhan unik mereka.
Baik anak dengan level 1, 2, maupun 3 — semuanya tetap membutuhkan dukungan, hanya saja
tingkat intensitasnya berbeda.
Jangan berpikir, “Anak ini cuma level 1, jadi pasti bisa sendiri.”
Begitu pula, jangan menyerah dengan anak di level 3 yang terlihat sulit diajak berkomunikasi.
Setiap anak autis berhak mendapatkan kesempatan untuk dipahami, diterima, dan dibimbing
dengan penuh kasih.
Kunci utamanya adalah mendengar mereka, mengenal mereka, dan memahami dunia mereka
sebelum kita bisa benar-benar dekat dengan mereka.
Memahami Anak Autisme, Bukan Menilai Berdasarkan Tingkatan
Tidak ada yang sempurna — setiap proses belajar pasti dimulai dari kesalahan.
Awalnya, kita mungkin menilai anak berdasarkan levelnya, namun seiring waktu, kita akan
menyadari bahwa mereka jauh lebih dari sekadar “tingkat autisme”.
Anak-anak dengan autisme adalah pribadi unik yang hanya membutuhkan waktu dan
kesempatan untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Dengan dukungan, kesabaran, dan hati
yang terbuka, kita dapat membantu mereka tumbuh, berinteraksi, berteman, dan beradaptasi
dalam dunia sosial dengan lebih percaya diri.