Strategi Orangtua untuk Tingkatkan Interaksi Sosial Anak Autis
Interaksi sosial merupakan aspek penting bagi manusia yang merupakan makhluk sosial. Interaksi sosial akan berkembang secara alami bagi anak yang tumbuh dengan normal, namun tidak demikian pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Salah satu ciri utama anak ASD adalah tidak adanya minat untuk berinteraksi dengan orang lain. Sebagai orangtua yang memiliki anak autis atau ASD, haruslah ada strategi-strategi tertentu untuk mengajarkan interaksi sosial pada anak mereka.
Siwi dan Anganti (2017) memberikan beberapa strategi yang bisa dilakukan orangtua untuk meningkatkan interaksi sosial anak. Strategi ini dibuat berdasarkan penelitian yang telah mereka lakukan terhadapa anak-anak dengan ASD.
Berikut daftar yang bisa diterapkan para orangtua:
1. menirukan apa yang diucapkan oleh orangtua
2. menempelkan tulisan di atas meja belajar
3. mengajak anak untuk bermain di luar rumah
4. mengenalkan anak kepada teman orang tua jika bertamu di rumah
5. mencoba untuk menitipkan anak pada neneknya jika orangtua ke luar rumah
6. menirukan apa yang dia lihat misalnya membuang sampah di tempatnya
7. mengajak anak untuk bermain di halaman rumah
8. mengajak jalan-jalan anak di alam bebas misalnya di sawah ataupun di kebun
9. tanya jawab antara orangtua dengan anak
10. melatih untuk tetap fokus pada apa yang diperintahkan oleh orangtua
11. mengulang-ulang apa yang diajarkan oleh orangtua
12. melatih disiplin dalam melakukan kegiatan sehari-hari
Dengan menerapkan daftar di atas diharapkan kemauan anak dalam berinteraksi sosial meningkat. Bagi Anda yang belum mencobanya, Kids Coaching menyarankan mencoba strategi-strategi di atas.
Referensi:
Siwi, A. R. K., & Anganti, N. R. N. (2017). Strategi pengajaran interaksi sosial kepada anak autis. Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(2), 184-192.