Terapi Sensori Motorik Bantu Danny, Klien ASD Menjadi Gesit

Ketika bergabung dengan Kids Coaching, Danny sulit sekali untuk duduk tenang. Misalnya saat di kelas, Danny lebih suka tidur-tiduran di lantai, lari-lari atau merangkak dengan menggunakan telapak tangan bagian atas. KC kemudian memberikan terapi sensori motorik secara konsisten untuk meningkatkan system sensori dan memperbaiki motor kasarnya terlebih dahulu. Misalnya, Danny diajar untuk melompat dan melempar bola. Coach akan mengajar Danny bagaimana melompat dan melempar bola dengan benar sambil terus memberi Danny semangat untuk terus berlatih. Terapi perilaku pun perlu diberikan untuk melengkapi terapi motorik agar fokus Danny terhadap proses belajar menjadi semakin kuat.

Setelah diberikan intervensi tersebut, secara perlahan Danny mulai mau tenang. Sampai sekarang kebiasaan Danny yang meminta untuk merangkak ataupun lari-lari di pertengahan sesi sudah tidak muncul lagi.

Kunci dari keberhasilan ini adalah kejelian, ketekunan, kesabaran dan konsistensi dalam menjalankan program terstruktur yang telah dicanangkan untuk Danny, baik dari sisi orang tua maupun coach. Coach yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu selalu berdiskusi antar mereka agar terapi yang dijalankan efektif dan efisien. Diskusi ini pun dapat diikuti oleh orang tua dalam WA Group yang dibuat khusus untuk pemulihan Danny. Peran orang tua juga sangat penting. Orang tua Danny sangat kooperatif. Mereka melanjutkan latihan Danny ketika di rumah. Mereka juga terbuka dan jujur dengan coach, misalnya ketika pola tidur Danny terganggu di rumah, maka mereka akan menginformasikan hal tersebut kepada coach agar coach dapat mengantisipasi dampaknya di kelas.

Dengan adanya kerja-sama yang baik antara coach dan orang tua Danny, maka banyak inovasi yang dapat dikembangkan dalam intervensi, seperti pemberian stimulus sensori yang tepat dan terapi perilaku yang efektif, untuk membuat Danny sedikit demi sedikit mulai berkembang secara positif.

Tim KC mempelajari bahwa agar si buah hati semakin percaya diri dan semakin mandiri, kita harus memberikan ruang kepada mereka untuk menyuarakan keinginan mereka, sambil terus memberi semangat atas perilaku positif atau pencapaian mereka. Bagi kita mungkin pencapaian yang kecil, tapi bagi mereka adalah sesuatu yang sangat berarti.

image
image