Kisah Danny, Klien ASD yang Menghilangkan Kebiasaan Antiknya (1)

Masih hangat di ingatan tim KC, saat pertama kali asesmen, Danny suka sekali membasahi benda-benda di sekitarnya dengan air ludahnya. Tidak hanya sekali dua kali, tetapi setiap Danny diminta untuk melakukan aktivitas, atau ketika sedang tiduran di lantai dan diminta untuk kembali fokus ke aktivitas, Danny pasti menjatuhkan air ludahnya ke lantai. Alhasil, mainan, sofa, kursi dan meja pun ikut menjadi korban air liur Danny.

Ibu Manager Kids Coaching yang kebetulan sedang mendampingi proses asesmen Danny, berinisiatif untuk mengikuti ke mana pun Danny berlari ataupun ketika melantai. Tidak lupa, dengan tissue anti bakteri yang selalu ada di tangannya, Ibu Manager sigap membantu mengelap setiap benda yang basah karena air liur Danny. Tentu saja, Danny cukup membuat beliau kerepotan.

Ketika Danny menjadi siswa Kids Coaching dan mulai menjalani proses intervensi, maka kemampuan Danny mengontrol keinginannya untuk membuang air liur di sembarang tempat pun menjadi salah satu target awal kami.

Setiap kali Danny melakukan “trik” nya tesebut, coach dengan konsisten meminta Danny untuk mengambil tissue anti-bakteri dan bertanggung jawab atas perbuatannya itu, dengan mengelap sendiri air liurnya. Berulang-ulang Danny lakukan, berulang-ulang pula coach meminta Danny membersihkan dan akhirnya kebiasaan itu pun bisa dikikis. Selain itu, dengan kolaborasi beberapa metode intervensi yang kami berikan, Danny semakin konsisten meninggalkan kebiasaan maladaptifnya tersebut.

Cerita ini membuat tim KC belajar bahwa penting sekali bagi kita untuk menanamkan rasa tanggung-jawab kepada si buah hati sejak dini. Baik tanggung-jawab kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Caranya, adalah dengan konsisten dan sabar. Say what you mean and mean what you say.

image
image