Kisah Danny, Klien ASD yang Menghilangkan Kebiasaan Antiknya (2)

Danny, seorang klien KC berusia 6 tahun yang didiagnosa dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) punya suatu ketertarikan yang unik terhadap selokan di depan centre. Di awal-awal terapi, hampir setiap melihat selokan, Danny akan mendekatinya. Danny itu cerdik. Dia perlahan-lahan menepi, dan secara tidak langsung medekati selokan tersebut tanpa disadari oleh pendampingnya. Setelah Danny merasa mendapatkan waktu yang tepat, dia mulai menurunkan celananya setengah, lalu cuuurrrrrrrrr. Danny pipis di selokan depan centre.

Pernah juga kejadian suatu pagi, Danny diantar oleh ayahnya menggunakan motor. Setelah turun dari motor, Danny lansung mendekati selokan dekat gerbang center. Kemudian sudah bisa kita tebak, Danny melakukan kebiasaan uniknya itu. Karena ayahnya masih di atas motor dan tidak sempat menahan perilaku Danny tersebut, beliau hanya bisa geleng-geleng kepala.

Setelah kejadian tersebut, Danny mulai diberikan afirmasi, penjelasan, dan tindakan yang dapat menghilangkan kebiasaan ‘unik’ nya itu. Tindakan yang kami lakukan adalah dengan mengarahkan Danny ke toilet jika tanda-tanda kebiasan unik tersebut akan muncul.

Kami selalu waspada ketika sedang mengajak Danny jalan-jalan pagi atau ketika Danny baru tiba di centre. Kami akan langsung mengarahkan Danny untuk langsung masuk ke toilet agar pipis di sana.

Perlahan tapi pasti, dengan konsisten dan selalu disiplin, kebiasan unik tersebut mulai menghilang. Danny kemudian secara otomatis akan masuk ke toilet saat baru sampai di centre untuk buang air kecil di sana.

Terkadang si buah hati melihat dan mencontoh tindakan orang lain yang kurang terpuji, namun tidak disadari karena mereka mengira tindakan tersebut lucu dan mendatangkan tawa orang lain. Terlebih dengan akses luas melalui media sosial saat ini, hal-hal tertentu dapat tertanam dengan dalam di hati dan pikiran si buah hati. Tapi, kita harus tetap semangat dan sabar dalam membimbing. You were given this life because He knows that you are strong enough to live it. Never give up.

image
image