MENGENAL STIMMING PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Sebagai orang tua, terapis, maupun pendamping dari anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan autisme seringkali kita menjumpai anak yang tiba-tiba mengkakukan badannya, melakukan rocking, melakukan flapping, memutar-mutar benda sembari melihatnya dengan tatapan mata yang hanya terfokus pada benda tersebut, menggigit-gigit baju, dan lain sebagainya. Semua yang anak lakukan tersebut adalah tipe-tipe dari stimming.
Stimming (Self-Stimulatory Behavior) sendiri adalah bentuk perilku untuk memberikan stimulasi pada diri berupa tindakan, gerakan, ataupun membuat surar berulang untuk merangsang inrda-indra tertentu. Hal ini sering dikaitkan pada anak-anak khususnya anak dengan autisme. Namun, hal ini tidak hanya dialami oleh anak dengan autisme juga, tapi juga bagi orang-orang pada umumnya maupun siapa saja seperti menggigit-gigit bibir saat merasa gugup ataupun hal lainnya.
Stimming sendiri memiliki beberapa tipe, yaitu:
1. Gerakan Fisik. Pada bagian ini anak menunjukkan stimming yang menggerakan seluruh bagian tubuh seperti rocking (memaju-mundurkan badan saat sedang duduk dan lainnya), flapping (mengepakkan tangan), berjalan dengan kaki yang tida menapak sepenuhnya pada lantai (berjalan jinjit), maupun memutar-mutar rambut.
2. Menggunakan Benda. Pada tipe ini anak melibatkan suatu benda saat melakukan stimming, seperti mengetuk-ngetukkan jari di meja, memutar-mutar pensil, menggigit-gigit baju, maupun meremas benda terentu (bola kecil, bantal, dan lain sebagainya).
3. Suara atau Lisan. Pada tipe ini bisa berupa anak yang berbicara tanpa henti, mengulangi kata secara terus-menerus, maupun bersenandung dan juga berdehem berulang.
4. Indra Penglihatan/Peraba. Pada bagian ini sendiri meilibatkan indra penghilatan dan peraba secara langsung seperti berkedip secara cepat, melihat benda tertentu dengan waktu lama, atau menggosok-gorok permukaan kulit tertentu seperti mencoret-coret telapak tangan dengan pensil dan lain sebagainya.
Berdasarkan apa yang ada di atas pasti muncul pertanyaan apakah stimming harus dihentukan saat anak melakukannya? Jawabannya sendiri tergantung dari kondisi dan situasi yang saat itu terjadi jika berbahaya seperti anak mulai memukul-mukul diri sendiri atau menggosok bagian tertentu (tangan, lutut, lengan, dsb) tubuh secara berlebihan yang dilihat bisa menyakiti anak maka stimming harus dihentikan dengan meregulasi anak serta mencoba menenangkan anak. Namun, jika tidak berbahaya, kita bisa memberikan anak waktu dengan melakukan stimming tersebut. Karena stimming sendiri bisa membantu untuk meregulasi emosi saat anak merasa cemas, stress, dan lainnya. Stimming juga bisa membantu mengatasi kelebihan sensorik dimana stimming mengurangi rasa kewalahan akibat lingkungan atau apa yang anak alami. Stimming juga bisa menjadi sarana untuk mengekspresikan kegembiraan dan juga membantu anak meningkatkan fokus pada hal yang sedang dikerjakan anak.
Di balik setiap stimming, terdapat kebutuhan yang sedang coba disampaikan anak. Kenali perilakunya, pahami kebutuhannya, dan pastikan anak tetap aman. Berikan lingkungan yang membuat anak merasa nyaman dan juga aman, sehingga perilaku stimming ini tidak terlalu sering terjadi karena anak yang merasa tenang dan tidak overstimulasi.